Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Teruntuk Aceh Sang Bumi Allah

*Teriring do'a bagi seluruh saudara yang ada di Aceh dan Sumatera*

Teruntuk Aceh Sang Bumi Allah

Duhai tanah bergelar Bumi Serambi Mekkah
Duhai tanah yang di langitnya malaikat senantiasa membumbung
Duhai tanah yang di setiap tepiannya terdengar senandung tasbih
Dan duhai tanah yang amat Allah cintai

Aceh,
Sang tanah kecintaan Allah
Meski lautan berusaha memporak-porandakanmu
Meski bumi mengamuk padamu
Namun lihatlah,
Allah masih mencintaimu
Lewat do'a-do'a seluruh hamba-Nya untukmu

Aceh,
Sang tanah penuh shalawat
Di tanahmu seribu cinta-Nya Dia taburkan
Di tanahmu wajah-wajah surga Dia tampakkan
Dan di tanahmu tangan-tangan tulus Dia ulurkan
Dan di tanahmu kebesaran-Nya tak lagi di sangsikan

Aceh,
Sang tanah selaksa takbir
Kami mencintaimu dalam setiap do'a
Kami berkaca padamu pada segala coba dan uji
Kami belajar makna hidup dari ketabahan pendudukmu

Aceh,
Sang tanah yang amat Allah cintai
Percayalah,
Kelak Allah akan memberikan firdaus-Nya Pada hamba-hamba yang senantiasa menyerukan Asma-Nya
Pada hamba-hamba yang tulus menjaga segala perintah-Nya
Dan pada hamba-hamba yang masih berseru takbir ketika malaikat maut hampir menjemputnya


Kalimantan Selatan,

12 April 2012 pukul 18.60

Kamis, 08 Maret 2012

RIWAYATKU DI HULU SUNGAI SELATAN


RIWAYATKU DI HULU SUNGAI SELATAN

Di sudut kecil kehidupan aku dilahirkan
Di kota tenang penuh kedamaian
Hulu sungai selatan engkau ku kisahkan
Lewat jembatan antaludin dekat lapangan

Amandit menjadi nadi perekonomian
Batang bambu bersingkaian
Ramai anak-anak berhamburan
Dengan wajah penuh keceriaan

Begitu indah dipandang mata
Kala senja menjadi latarnya
Dan burung-burung menjadi objeknya
Serta mentari menjadi pelengkapnya

Tak pernah habis kebanggaanku padamu
Tahun demi tahun pembangunan terus berjalan
Hampir tak ku dengar lagi gaung kebanjiran
Jalan desa pun kian nyaman

Namun satu kenangan yang ku rasa kurang
Potensi mu yang banyak terabaikan
Yang sebenarnya asset masa depan
Bukan pemerintahan yang aku persalahkan
Tapi kepedulian kita bersama yang ku pertanyakan
Budaya kebersamaan yang dulu sering diperkenalkan

KETIKA RINDU ITU BERBICARA


KETIKA RINDU ITU BERBICARA


Bunda…
Telah cukup lama aku tak merangkai makna untukmu
Meski ada rindu di sini
Namun sibakkannya belum mampu ku penuhi

Bunda…
Hari ini aku tak mampu lagi merejamnya
Bendungan atas nama waktu pun
Tak sanggup menahannya
Rindu yang dalam dari seorang anak pada bundanya

Rindu terdalam yang pernah ku rasakan
Setelah sekian kali ia terpendam
Di ngarai hati yang sesungguhnya beriak
Seakan ia pun ingin membuncah
Merisalahkan kerinduan ini padamu

Bunda…
Maafkan aku,
Bila belakangan jarang menyapamu
Seakan tidak memperhatikanmu
Namun percayalah
Doaku selalu terhatur pada-Nya
Agar Dia jaga engkau dengan cinta-Nya
Sebab tak dua puluh empat jam penuh
Aku dapat menjagamu tanpa lengah